Pada jaman dahulu ada seorang
yang bernama Ki Caleksana yang berasal dari Selo manuk. Menurut sejarah orang
tersebut merutapakan Prajurit Pangeran Diponegoro. Kurang lebih Th 1823 Masehi
Pengeran Dipenegoro dikalahlah oleh Belanda dan para prajuritnya bubar
melarikan diri ke Wilayah Pegunungan, termasuk Ki Caleksana melarikan diri ke
Wilayah Cangkring. Pada waktu itu Cangkring masih merupakan hutan belantara
yang banyah ditumbuhi pohon Dadap Cangkring yang sangat banyak dan besar-besar
maka berdasarkan itu Ki Caleksana menamakan lahan Cangkring disebut Desa Cangkring.
Tahun Kejadian
|
Nama Kepala Desa
|
Peristiwa Buruk
|
1943
|
Terjadi kelaparan dan penyakit koreng
|
|
1947-1948
|
-
Penjajahan Belanda ke II
|
|
1950-1951
|
- Pemberontakan AOI
|
|
1964-1965
|
- Pemberontakan G 30
September
|
|
1970
|
- Sering terjadi serangan penyakit Demam
|
|
Kepala Desa Pertama
Kondor
|
||
Kepala
Desa Cakrawirana
|
||
Kepala
Desa Parta Diwangsa
|
||
Kepala Desa Madreja
|
||
Kepala Desa Madruslah
|
||
1986-2002
|
Kepala Desa Wahyono
|
|
2002 s/d 2013
|
Kepala Desa Satimin.
|
-
Terbangunnnya Jembatan Cangkring
-
Terbangunnya Embung Cangkring
-
Di renovasinya jalan tembus Wonosobo
-
Pindahnya kantor desa di dusun Glagah
-
Terbangunnya jalan kalibugel
|
2013 -sekarang
|
Kepala Desa Mukinah
|
Merupakan kepala desa pertama perempuan
|

0 komentar:
Posting Komentar